Bisnis.com, JAKARTA — Dana kelolaan reksa dana secara industri terus menunjukkan tren menanjak dan kian mendekati level prapandemi. Tercatat, nilai aktiva bersih NAB kembali meningkat sepanjang Agustus 2020.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 31 Agustus 2020, dana kelolaan reksa dana sepanjang Agustus mencapai Rp520,83 triliun, naik 3,34 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai Rp504,00 triliun.

Realisasi tersebut hanya terpaut sedikit dari posisi dana kelolaan sebelum pandemi yakni sebesar Rp525,27 triliun pada Februari 2020 dan Rp537,32 triliun pada Januari 2020.

Head of Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan selain dari penambahan pembelian reksa dana baru, peningkatan NAB reksa dana juga terdorong oleh kenaikan nilai aset seiring penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan harga obligasi.

“Kalau melihat dari kinerja [reksa dana] ini jelas aset pasti naik, terutama saham dan pendapatan tetap,” ujarnya.

Mengacu pada data Infovesta Utama per 31 Agustus 2020, seluruh reksa dana kompak membukukan kinerja positif sepanjang Agustus.

Reksa dana saham memimpin dengan imbal hasil bulanan 1,39 persen. Perolehan ini seiring dengan kinerja moncer indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam periode yang sama, yang mencatatkan penguatan 1,73 persen.

Menyusul reksa dana saham, reksa dana campuran mencatatkan kinerja 0,85 persen, juga ditopang oleh penguatan IHSG.

Di sisi lain, imbal hasil reksa dana pendapatan tetap tercatat sebesar 0,73 persen sejalan dengan kinerja indeks obligasi pemerintah (Infovesta Government Bond Index) sebesar 0,95 persen dan indeks obligasi korporasi (Infovesta Corporate Bond Index) sebesar 0,63 persen.

Kemudian, reksa dana pasar uang mencatatkan kinerja 0,40 persen, kinerja yang paling stabil dan konsisten dari bulan-bulan sebelumnya.

https://market.bisnis.com/read/20200902/92/1286090/pasar-modal-bugar-dana-kelolaan-reksa-dana-tembus-rp520-triliun